Rabu, 12 Juni 2013

Jadwal Penggantian Oli Blazer

Jadwal penggantian Oli pada mobil blazer :

ganti oli mesin tiap 5000 km
ganti oli filter tiap 10.000 km
ganti filter udara tiap 40.000 km
ganti filter bensin tiap 40.000 km
ganti filter bensin didalam tangki tiap 80.000 km
ganti oli versnelling tiap 20.000 km
ganti oli gardan tiap 20.000 km
ganti busi tiap 20.000 km
ganti timing belt 60.000 km untuk SOHC dan 30.000 km untuk DOHC

Periksa/ bersihkan :
filter udara tiap 5000 km
filter bensin tiap 10.000 km
busi tiap 10.000 km
injector tiap 100.000 km

Selasa, 11 Juni 2013

Tips Singkat mengenali gejala sensor Opel Blazer


" Lampu Indikator Check Gages Menyala "
1. Check air radiator (coolant temperature)
2. Check level oil engine dan kondisi Oil engine (SAE).
3. Check Fuel Pump => tekanannya harus 4 Bar
... (Sudah tahukan gejala fuel pump mau sekarat ? )
4. Bila item 1,2 dan 3 bagus..maka kemungkinannya adalah
Ring seher sudah aus, metal duduk dan metal jalan sudah aus.

Pernahkah mengalami pada saat kecepatan mau masuk ke 40 km/jam Body blazer bergetar... ?
Check Cross joint bila Cross joint masih bagus (pastikan pakai yang Ori).
Check Propeler Shaft dan pastikan balance saat berputar...

Pernahkah mengalami Indikator rem menyala kalau jalan diatas 60 km.
Coba check Speed sensornya mungkin rusak atau conectornya kendor/kotor.

Bila Lampu indicator rem tetap menyala tanpa kedip meski rem tangan sudah dilepas habis.

kemungkanan besar bad connecting antara soket EBCM [electronic brake control module] bentuknya persegi empat dekat booster rem.

Berapa tekanan angin pada ban mobil Blazer ?
Tekanan angin yang dianjurkan 30-34psi.
Usahakan saat mengukur atau memompa saat kondisi ban dingin [pagi hari].

SELANG SENSOR MAP (Nusanet Genteng)
kemaren tiba2 mesin ngginjal. lansam ngginjal
laju mobil anjrut-anjrutan seperti ada busi mati. knalpot mengeluarkan asap hitam.
bensin borosnya minta ampun ... Rp.50rb =11ltr =40KM. berarti 1 ltr= 3.6km
ternyata oh ternyata .....
SELANG SENSOR MAP DIUJUNG yg menuju intake manipol RETAK
tinggal gunting ujung selang, tancepin lagi..and that's it.
mesin kembali normal.
sepele.cuman selang retak. tapi efeknya gedhe ke kebo.

Minggu, 17 Februari 2013

Tip Pemeliharaan Opel Blazer




Pemakaian minyak rem sebaiknya menggunakan => Brake fluid DOT4
Power Steering => Dextron II D (ATF) => Volume 1 liter
Transmission ATF Dextron IID+Lubrizol Volume 2 lt GMI – P/N 0FBH0229

Radiator Coolant
Ethylene Glycol Based coolant Volume 8.5 liter campuran 50/50 dengan air bersih

Pengisian BBM
Sebaiknya minimum ¼ tangki harus sudah diisi lagi, karena Kalau menunggu sampai posisi hampir habis (merah), kotoran yg mengendap di tangki bensin bisa ikut tersedot dan akan merusak fuel pump.

Tekanan angin ban yang dianjurkan 30-34 psi.
Usahakan saat mengukur atau menambah angin saat kondisi ban dingin [pagi hari].

Pemeriksaan fuel pump mudah dilakukan sendiri. Caranya hidupkan mesin, dengarkan bunyi dengung di sekitar ban belakang kiri. Jika bunyi dengungnya terasa kencang seperti suara gerombolan lebah itu berarti fuel pump sudah mulai bermasalah.

Penggagntian Saringan udara, saringan bensin, sebaiknya diganti tiap 15.000km. Sedangkan busi tiap 30.000km.

Jadwal penggantian timing belt (Ini sangat penting) !
Timing belt, terutama tensionernya perlu di cek berkala setiap 7500km. Sedangkan penggantian tiap 30.000km untuk DOHC dan 60.000km untuk SOHC.

Apakah semua tutup yang ada di ruang mesin dapat (boleh) dibuka ? Sekedar informasi, semua tutup yang bisa dibuka di ruang mesin dan diwarnai hitam sebaiknya tidak usah dibuka2x rutin. Yang boleh hanya tutup yang berwarna kuning. Hal ini berlaku untuk semua jenis kendaraan dan sudah merupakan standar ketentuan.

Dimana lokasi busi di blazer dohc dan bagaimana cara melepasnya ? Lokasi busi DOHC, buka cover warna merah (yang ada tulisan DOHC) dengan melepas dulu baut menggunakan kunci torx 20 atau 'L' 5.

Dibalik penutup tersebut ada tempat kabel dan busi seperti mobil lainnya, tarik kabel businya menggunakan pengungkit yang sudah disediakan di situ. Buka busi menggunakan kunci busi 16mm.

Bila : Lampu indicator rem tetap menyala tanpa kedip meski rem tangan sudah dilepas habis. Dan hal ini diatasi dengan mematikan mesin, , kemudian di start on lagi, maka indicator kembali normal. Solusi : biasanya bad connecting antara soket EBCM [electronic brake control module, bentuknya persegi empat dekat booster rem].

Bila Lampu Kurang Terang
Solusi : Wiring Opel Blazer mengikuti standar Negara Kanada dimana maksimum voltase yang diijinkan adalah 9 Volt. Supaya lampu Opel Blazer lebih terang, wiring dapat diganti menjadi 12 Volt dengan menambahkan relay supaya tidak terbakar.
Bila Lampu indikator tanda rem (lampu kontrol untuk rem tangan di dashboard) selalu menyala (merah) kalau kecepatan di atas 60 km.

Solusi: Control ABS jarang sekali rusak. Yang sering adalah kotornya konektor control ABS. Yang pasti hal-hal lain yg perlu diperiksa saat kontrol rem nyala adalah:

· Ketinggian minyak rem
· Switch hand brake rusak
· Speed sensor ada gangguan

Indikator tekanan oli, berada dipojok kiri bawah dashboard. Range-nya dari 0 sampai 500 kpa (maks). Yg dicari adalah : Saat pertama mesin dihidupkan (dari mulai mesin dingin), jarum tekanan oli harus mendekati angka 500 Kpa (maks), semakin mentok ke 500 Kpa tekanan oli semakin bagus, tapi RPM harus stabil (idle) di angka 900., kemudian setelah sekiar 5 menit mesin hidup, tekanan oli secara perlahan-lahan turun mendekati tekanan 250 Kpa dan Blazer yang baik setelah mesin panas tekanan oli tetap berada disekitar 250 Kpa dan tidak boleh kurang dari 125 Kpa., (idealnya tekanan oli saat mesin panas adalah 250 Kpa dengan toleransi plus minus sedikit).

Indikator rem menyala kalau jalan diatas 60 km. Check Speed sensornya, mungkin rusak atau conectornya kendor/kotor.
Hilangnya tenaga sesaat belum tentu disebabkan fuel pump. Ada kemungkinan yang dialami disebabkan kendornya soket komponen yang berhubungan dengan kerja pengapian.

Cara Menguras Radiator
Mesin harus didinginkan dulu sebelum dikuras dan diganti. Buka saluran drain. Saluran drain ada di bawah saringan udara

Cara bukanya:
1. lepas dulu rumah saringan udara.
2. gunakan sejenis obeng dengan ujung segi empat ukuran 5x5 mm, putar ke kiri 1/4 putaran plastik tutup drain warna putih kecoklatan.
3. tarik sedikit plastik tutup drain tsb.
4. buka tutup radiator.
5. buka selang radiator yang atas.
6. setelah habis air di radiator, tutup lagi drain, masukkan coolen baru.
7. hidupkan mesin, tambahkan air radiator baru secara bertahap sampai air yang keluar dari selang sama dengan air radiator baru.
8. pasang kembali selang.

Selasa, 12 Februari 2013

Pemeriksaan Speed sensor pada opel blazer


Gejala-gejala yang ditimbulkan akibat kegagalan Speed Sensor, yaitu:
Ketika mobil sedang melaju dengan kecepatan tertentu, ketika Anda melakukan perpindahan gigi dari 3 ke 4 atau 4 ke 5 mesin tiba-tiba mati. 
Kemudian ketika mobil dihentikan, lalu di start kembali, indikasi mesin semuanya normal, idle/Langsam juga normal. Namun ketika mobil dijalankan, maka pada saat perpindahan gigi, mesin kembali mati mendadak.
Ketika Mobil melaju, jarum penunjuk kecepatan (Speedometer) naik-turun tidak jelas atau mati-hidup.
Jika Anda mengalami permasalahan seperti diatas, itu berarti terjadi indikasi tidak normal pada Speed Sensor, maka tidak usah panik. Solusinya sangat mudah, silahkan ikuti langkah-langkah berikut:

Gambar 1. Rangkaian Speed sensor
Gambar 2. Speed sensor magnetik

Gambar 3. Posisi Speed Sensor pada Opel Blazer DOHC 96'

  
Langkah Kerja Pertama (Membongkar) :
Dongkrak Roda Belakang Mobil (jangan Roda Depan) hal ini untuk mencegah Oil Transmisi tumbah ketika Anda mencabut Speed Sensor.
Posisi Speed Sensor berada pada Ujung paling belakang Transmisi disebelah kiri (dibawah Jok Penumpang), terikat dengan Baut 13 mm (Lihat gambar diatas).
 Pertama lepaskan kabel konektor ke Speed Sensor dengan hati-hati.
Perhatikan apakah ada Oil yang keluar dari lubang Kabel Konektor, bila "IYA" berarti Body Speed Sensor retak/pecah. Indikasi harus ganti baru :0, jika "TDK" berarti Aman.
Kemudian lepaskan Baut 13 mm Pengikat Speed Sensor.
Pegang Speed Sensor, lalu putar kiri-kanan sambil menarik, hingga Speed Sensor terlepas keluar.
Periksa O-Ring pada batang Speed Sensor, apabila karet O-Ring tersebut sudah mengeras, sebaiknya diganti dengan O-Ring yang baru, untuk mencegah kebocoran Oil, nanti setelah dirakit kembali.
Bersihkan Speed Sensor dengan menggunakan Bensin sehingga bersih dari kotoran Oil yang melekat.
Semprot dengan Angin Bertekanan atau Contact Cleaner untuk membersihkan permukaan Sensor. Pastikan tidak ada sedikitpun debu/serbuk besi yang melekat pada Sensor.


Gambar 4. Sensor bersifat Magnetic sehingga mengikat Debu Logam
Langkah Kerja Kedua (Pemasangan) :
Speed Sensor yang telah dibersihkan jangan diletakkan ditanah atau area kotor yang mengandung debu logam yang dapat terikat oleh magnet.
Masukkan O-Ring yang baru pada batang Speed Sensor, berikan sedikit Auto Seller bila diperlukan.
Masukkan Speed Sensor pada Transmisi, sambil memutar perlahan dan ditekan.
Ikat kembali Baut 13 mm untuk pemasangan sempurna.
Siap melakukan Test Drive... 

Prosedur penggantian water pump Opel blazer

1. Buka komponen langkah isap engine, lalu Pulley Drive Belt & Roller Pulley.
2. Buka tutup/cover timing belt, perhatikan roda pulley paling bawah, bagian ini cukup hanya dilepaskan baut kecil empat buah yang mengikat roda pulley tersebut ke poros utama. JANGAN melepaskan baut besar yang berada ditengah-tengah roda pulley karena baut tersebut hanya sebagai pengaturan poros engkol (cruck ass) jadi g perlu dilepas.

3. Atur posisi timing belt (roda gigi timing belt), tanda panah roda gigi ke tanda panah pada mesin (diatas roda gigi). Bagi pemula, berikan tanda garis dengan menggunakan cat putih (tipe X, dsb) untuk meyakinkan posisi tersebut bila nanti bergeser.

4. Siapkan suku cadang pengganti (Water Pump yang baru).

5. Siapkan Sealer berkualitas, seperti sealer untuk engine, bak oli, dsb.

6. Buka Tensioner Timing Belt, Roller Timing Belt, Timing Belt, Braket Roller Timing Belt dan Cover Plate. (semua komponen yang mehalangi untuk membuka water pump).

7.Lepaskan tiga buat baut "L" yang mengikat Water Pump ke Mesin.

8. Tarik/lepaskan Water Pump, tarik pelan-pelan biarkan air Radiator tumpah ke bawah.

9. Bersihkan area dudukan Water Pump dari kerak atau karat. Bersihkan juga bagian-bagian mesin diarea tersebut yang agak kotor dengan mengunakan solar (supaya tidak merusak karet), lalu cuci dengan sabun dan siram air supaya bersih.

10. Oleskan Auto Seller pada celah masuk karet Seal pada Water Pump yang baru, lalu masukkan Seal. Selanjutnya Water Pump siap dirakit pada dudukannya Mesin.

11. Rakit semua komponen-komponen diatas hingga selesai.


Catatan:
1. Pastikan Mekanik Anda yang merakit dan menyetel Timing Belt benar-benar mengerti dan ahli dalam melakukan hal tersebut.
2. Atur Setting Tensioner Timing Belt dengan benar. Putar sekali, lalu posisikan jarum/tanda panah berada pada coakan/celah yang terdapat dikomponen Tensioner tersebut.
3. Lakukan pengujian pemasangan timing belt, putar dengan menggunakan kunci pada baut besar di poros bawah/engkol sebanyak dua kali, jika putaran lancar tidak tertahan, berarti pemasangan tidak ada masalah. Semoga Artikel ini dapat berguna buat kita semua. Mohon maaf atas banyak kekurangan, semoga rekan-rekan dapat menambahkan untuk kesempurnaan.

Perawatan dan perbaikan Extra fan opel Blazer



Pada radiator beberapa jenis mobil menggunakan kipas pendingin (Fan) dengan penggerak motor listrik. Lambat laun, seiring pemakaian, umumnya setelah 5 tahun (dari mobil baru), maka motor fan sudah mulai memperlihatkan kinerja yang kurang baik. Khusus pada bagian motor, kemungkinan besar penyebabnya ada dua, yaitu Carbon Brush Aus dan Spool lemah (sangat jarang terjadi).
Untuk Spool yang sudah lemah, maka Spool harus digulung kembali, atau Anda dapat menggantikan motor fan yang baru produk original agar terjamin kwalitasnya. Ok, kita tidak membahas ini disini, karena ini merupakan bagian Replacement Part.

Langkah-langkah mengganti carbon brush fan radiator Opel Blazer.
1. Persiapkan Carbon Brush tipe kabel dari samping seperti pada gambar dibawah ini, misalnya merek FCC MATSUSAKA TRIS Inc. Osaka Japan No: JNDX - 34 NA (Cocok untuk Fan Blazer, Harga Rp. 5000 (lima ribu rupiah) @ sepasang).


2. Bongkar Fan Radiator mobil blazer Anda, sangat mudah, pertama lepaskan bagian intake (saluran isap) ke saringan hawa yang menghalangi Fan. Kemudian lepaskan baut-baut pengikat Fan (@ 4 buah baut ukuran 10 mm).
3. Lepaskan turbin/sudu-sudu fan/kipas, terdapat sebuah mur ulir searah jarum jam (kebalikan dari ulir mur pada umumnya) dengan ukuran mur 13 mm yang mengikat pada center sudu kipas.

4. Kemudian lepaskan motor dari dudukan motor, terdapat 3 buah baut ukuran 8 mm yang mengikat motor listrik tersebut pada rumah fan/kipas, sehingga Fan sudah terlihat seperti pada gambar dibawah. Terdapat sebuah rotor yang berfungsi sebagai sambungan ke sudu kipas, komponen ini tidak perlu dilepas. (Sudah saya coba di press dgn hidrolik pun tidak mau lepas, malah dapat merusak rumah motor, jadi biarkan saja













5. Lepaskan konektor Fan, terdapat kaki konektor massa (-) yang terhubung ke rumah motor, dengan sambungan las tik, jadi hati2x ketika dilepas, jangan sampai patah dipangkal, repot nanti ^_^. usahakan terlihat seperti pada gambar.
6. Kemudian perhatikan clamp/penjepit komponen tempat duduknya carbon brush dan per penekan carbon brush. Buka clamp ini dengan hati2x, dapat menggunakan obeng - atau apapun alat bantu yang lain. Untuk mobil lama, seperti punya saya ^_^ komponen ini sudah sangat rapuh, jadi harus dilepas dengan hati2x, tapi akhirnya retak juga sedikit plastiknya. jika demikian, atasi dengan lem besi (Dexton) atau Alteco.



7. Setelah kedua clamp/penjepit tadi dibuka/angkat, maka komponen rumah dudukan carbon brush sudah dapat digerak-gerakkan. Pertama lepaskan per penekan carbon brush (perhatikan ya, jangan sampai g bisa pasang lagi nanti ^_^, tapi mudah kok, he2x). Kemudian putar komponen rumah dudukan carbon brush hingga menghadap ke posisi dudukan konektor fan (pada langkah 5), lalu keluarkan carbon brush yang lama (sudah aus). Ulangi langkah tadi, untuk mengeluarkan carbon brush yang satu lagi.


8. Ukur terlebih dahulu Carbon Brush yang telah Anda siapkan (langkah 1), jika ukurannya tidak standar (sedikit lebih besar), maka carbon brush tadi dapat di gerinda sedikit, hati2x dalam menggrinda karena material carbon brush cukup lunak, jangan sampai kekecilan ^_^. Kemudian masukkan carbon brush yang baru dan pernya, langkahnya adalah kebalikan dari langkah waktu dikeluarkan tadi ;). Setelah kedua carbon brush selesai dimasukkan, maka clamp/jepit kembali komponen dudukan carbon brush ke rumah motor (kebalikan langkah 6).
9. Selanjutnya adalah menghubungkan konektor ke carbon brush. Pada langkah ini saya sangat menyarankan. Jangan hanya di solder saja, akan tetapi, pertama bersihkan ujung konektor (tempat solder kabel carbon brush), gunakan kikir, bersihkan hingga kotoran bekas timah yang lama bersih, sehingga terlihat warna kuning keemasan (tembaga). Hal ini supaya suplay power ke motor terhubung dengan baik sehingga power bagus dan kerja motor dapat optimal.


10. Setelah ujung konektor bersih, buat sedikit lengkungan dengan tang, untuk memasukkan kabel carbon brush. Rakit komponen konektor tersebut kembali ke rumah motor, lalu letakkan ujung kabel carbon brush pada ujung konektor, jepit dengan tang, sehingga ujung kabel terjepit dengan kuat pada ujung konektor, lalu tambahkan solderan timah untuk menguatkan. Jangan lupa solder keneksi massa (-)
11. Langkah selanjutnya adalah rakit kembali rumah motor, berikan sedikit pelumas, yaitu berikan gemuk untuk bushing belakang dan berikan sedikit oli gardan (diteteskan saja) pada bushing depan.
 



Daftar bengkel opel dan chevrolet seluruh indonesia